Pemula Wajib Tau 3 Penyebab Telur Tidak Menetas Dan Cara mengatasinya

Cara mengatasi telur ayam tidak menetas


Kegagalan pada proses penetasan telur bukanlah hal yang rahasia lagi, bahkan terbilang umum terjadi pada setiap breeder (sebutan untuk orang yang menetaskan telur). Baik breeder yang berpengalaman atau juga breeder pemula!

Akan tetapi perbedaan breeder yang berpengalaman dengan yang masih pemula biasanya dari daya tetas nya, breeder dengan jam terbang tinggi biasanya persentase kegagalan penetasan yang didapatkan terbilang rendah sedangkan rata-rata para pemula sering sekali mendapatkan persentase kegagalan yang lebih besar.


Kenapa bisa seperti itu?

Hal ini terjadi karena breeder pemula masih kurang memahami apa yang di butuhkan oleh telur yang akan di tetaskan dan terkadang asal-asalan dalam menetaskan telur. Nah Salah satu cara yang harus dilakukan oleh breeder pemula agar semakin ahli adalah harus lebih banyak belajar dan praktek lebih sering. Pada artikel kali ini admin akan membahas 3 penyebab telur tidak menetas dan cara mengatasi nya sehingga kegagalan yang dialami pada periode ini bisa lebih diminimalisir pada periode selanjutnya. 


3 Penyebab Telur Gagal Menetas dan Cara Mengatasi nya

1. Pahami 3 Fase Pada Proses Penetasan Telur 

Pada dasarnya telur yang sukses menetas adalah telur yang telah melalui tiga fase pada proses penetasan yaitu fase pembentukan embrio fase ini di mulai dari telur pertama di masukan kemesin tetas sampai 3 hari pertama. Fase perkembangan embrio yaitu di mulai di hari ke 4 sampai 4 hari akhir masa penetasan contoh telur ayam masa penetasan 21 hari maka perkembangan embrio ini di mulai dari hari 4 Sampai hari ke 18 di mesin penetas. Dan fase terakhir fase penetasan yaitu 3 hari akhir sampai telur menetas.


Kegagalan pada setiap fase penetasan memiliki penyebab yang berbeda-beda. Dengan memahami ketiga fase ini maka anda bisa tau apa yang di perlukan oleh telur sehingga mengurangi resiko kegagalan pada proses penetasan yang di jalankan. 

Cara mengatasi Kegagalan pada fase pertama disebabkan oleh kualitas telur yang tidak baik.  Kegagalan pada fase kedua disebabakan oleh pengaturan suhu dan kelembapan yang tidak sesuai kebutuhan telur. Kegagalan pada fase ketiga disebabkan oleh kurang nya pembalikan telur.


2. Suhu dan Kelembaban Tidak Ideal

Dalam pengaturan suhu dan kelembaban pada mesin penetas usahakan harus stabil jangan terlalu panas atau kurang panas. Nah dari setiap telur suhu dan kelembaban itu berbeda-beda untuk telur ayam, kalkun, puyuh, entok, bebek dan angsa suhu yang di perlukan 37-38° celcius. 

Kelembaban yang di butuhkan telur ayam, kalkun dan puyuh 50-60%. Kelembaban untuk Telur bebek, entok dan angsa 75-85%. Sedangkan suhu yang di butuhkan telur burung yaitu 36-37° Celcius untuk kelembaban nya yaitu 60-70%. 


Yang harus di perhatikan juga dalam pengukuran suhu usahakan menggunakan termometer kayu baik itu dengan penggunaan mesin tetas manual ataupun mesin tetas full otomatis. Karena hasil dari pengalaman admin keakuratan termometer kayu di banding termometer digital lebih akurat menggunakan termometer kayu. 


Hal ini juga sering di alami oleh member Peternak Pemula yang konsultasi ke admin mengenai kegagalan yang di alami dalam menetaskan telur ayam, sudah berkali-kali menetaskan telur tapi tidak ada yang menetas 1 butirpun. Setelah admin cek ternyata di akibatkan rendahnya suhu dalam mesin penetas padahal suhu yang di tunjukan termometer digital itu 37-38 Celcius. Setelah menggunakan termometer kayu akhir nya telur bisa menetas. Itu contoh pengalaman tidak menggunakan termometer kayu dalam mengukur suhu di mesin tetas sehingga mengakibatkan telur gagal menetas.


3. Telur Tidak Fertil

Bahan utama dalam proses menetaskan telur adalah telur tapi tidak semua telur bisa di tetaskan. Telur yang baik untuk di tetaskan yaitu telur fertil. Apa itu telur fertil? Telur fertil adalah telur hasil pembuahan oleh sel sperma pejantan dengan sel telur betina yang mana di dalamnya tertanam embrio, embrio inilah cikal bakal dari anakan unggas. Atau telur fertil ini lebih mudahnya adalah telur hasil dari perkawinan. 


Apakah ada telur yang tidak fertil? Jawabannya tentu ada!. Telur tidak fertil disebut juga infertil adalah telur hasil penyusunan dari nutrisi yang didapatkan dari pakan yang di konsumsi. Contoh telur yang infertil adalah telur ayam ras tanpa pejantan yang dihasilkan dari hasil pembuahan pakan. Telur infertil ini tidak dianjurkan untuk di tetaskan karena bisa dipastikan telur tersebut tidak akan menetas.


Terkadang kita akan menjumpai telur hasil dari perkawinan induk pejantan dan betina tidak fertil. Jika anda menemukan hal seperti itu penyebab nya bisa kemungkinan dari kualitas sperma dari pejantan yang kurang baik, bisa diakibatkan dari pejantan yang sakit, pejantan yang stres atau pejantan terlalu banyak mengeluarkan sperma.


Agar bisa memiliki pejantan yang berkualitas maka anda harus mengatur pola makan dan pola perkawinan dari si pejantan tersebut. Ideal nya satu ekor pejantan melakukan perkawinan maksimal 5 kali dalam sehari. Dalam satu kandang koloni anda bisa menggunakan perbandingan 5:1 lima betina dan satu pejantan, dengan begitu anda bisa memaksimalkan kualitas sperma dari pejantan.

Demikian 3 penyebab telur gagal menetas dan cara mengatasinya semoga bisa bermanfaat jika ingin belajar cara menetaskan telur lewat video bisa simak di Chanel YouTube @peternakpemula38

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Artikel

Banner Promosi

banner

Artikel Terbaru

Cara Budidaya Ayam Pedaging dan Petelur Lengkap untuk Pemula

Budidaya ayam merupakan salah satu usaha yang banyak diminati, baik untuk produksi daging (ayam pedaging/broiler) maupun telur (ayam petelur). Dengan permintaan pasar yang stabil, ayam beternak bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan jika dikelola dengan baik. Dalam artikel ini kami akan membahas panduan lengkap budidaya ayam pedaging dan petelur, mulai dari persiapan kandang, pakan, hingga manajemen perawatan. 1. Persiapan Kandang yang Ideal Kandang adalah faktor penting dalam budidaya ayam, baik pedaging maupun petelur. Kandang yang ideal harus memenuhi syarat kebersihan, kenyamanan, dan keamanan. a. Lokasi Kandang Pilih lokasi kandang yang jauh dari pemukiman untuk menghindari gangguan bau dan gangguan. Pastikan lokasi kandang memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara lancar dan ayam tetap sehat. Lokasi yang strategis juga memudahkan distribusi pakan dan pengelolaan kotoran. b. Ukuran dan Desain Kandang Kandang harus disesuaikan dengan jumlah ayam. Untuk ayam pedaging...