5 Cara Sukses Dalam Menetaskan Telur Menggunakan Mesin Tetas


Dalam proses penetasan telur modern menggunakan mesin penetas telur terlihat mudah dilakukan, akan tetapi kenyataan di lapangan tidak demikian. Banyak pelaku penetasan telur yang merasakan kegagalan. Lalu apakah penyebab mereka mengalami kegagalan?

Sebaik nya sebelum anda memulai proses penetasan telur perhatikan lah 5 Tips Sukses dalam Menetaskan telur ini agar penetasan yang anda lakukan bisa menetas 80-100%.

1.Perhatikan Kualitas Telur Unggas 

Telur adalah objek dan bahan utama yang  kamu butuhkan dalam penetasan telur  Perlu anda ketahui bahwa tidak semua telur unggas bisa di tetaskan. Untuk sebuah telur yang akan kamu tetaskan sebaiknya telah  memenuhi 4 kriteria telur layak tetas yang meliputi

A. Fertilitas atau Telur Hasil Pembuahan

Hal yang membedakan telur bisa ditetaskan atau tidak adalah dari segi fertilitas. Yaitu telur yang di hasilkan dari adanya perkawinan antara pejantan dengan betina.

B. Kebersihan Telur 

Kebersihan telur adalah salah satu syarat mutlak sebelum memasuki proses inkubasi. Telur yang kotor bisa saja menjadi sumber kuman atau bakteri yang mana kuman tersebut bisa masuk kedalam telur dan mengganggu perkembangan embrio saat proses inkubasi berjalan.

C. Telur Yang Masih Fresh

Berikutnya yang perlu anda perhatikan dalam menetaskan telur di mesin penetas yaitu memilih telur layak tetas adalah dari segi kesegaran telurnya. Semakin lama penyimpanan telur maka kualitas embrio didalamnya semakin menurun. Inilah kenapa terkadang ketika kita beli telur ayam kampung di toko/warung tidak bisa menetas padahal telur tersebut fertil. Hal ini terjadi karena proses penyimpanan telur tersebut terlalu lama sehingga tidak layak lagi untuk di tetaskan. Ideal nya paling lama penyimpanan telur maksimal 10 hari

D. Tanpa Cacat

Tanpa cacat ini ditujukan untuk cangkang telur Telur yang layak untuk di tetaskan adalah telur yang tidak retak atau bocor karena akan mengakibatkan pecah pada saat di tetaskan.

2.Pelajari Cara Kerja Mesin 
Penetas Telur 

Setiap jenis dan merk mesin tetas berbeda-beda dan kamu perlu memahami komponen pada mesin tetas tsb karena 30% pemula mengalami kegagalan dalam penetasan disebabkan tidak memahami komponen mesin tetas dengan baik.

3.Pahami 3 Fase Pada Inkubasi
Telur

Pada dasarnya telur yang berhasil menetas adalah telur yang sukses melalui 3 fase pada proses inkubasi yakni fase pertama adalah fase pembentukan embrio yang berjalan pada hari ke 0 hingga 3 hari proses inkubasi berjalan. Fase kedua adalah fase perkembangan embrio yang berjalan pada hari ke 4 hingga 4 hari akhir proses inkubasi dan terakhir adalah fase ketiga yakni fase penetasan berjalan pada 3 hari akhir masa inkubasi.

4.Cara Setting Suhu dan
Kelembapan Yang Benar 

Setting suhu dan kelembaban ini sangat penting dilakukan sebelum anda memulai proses inkubasi telur tujuannya jelas yakni memastikan bahwa suhu dan kelembapan ruang penetasan sesuai dengan yang di butuhkan oleh si telur tetas tersebut.
Penggunaan suhu dan kelembapan yang tidak sesuai kebutuhan maka akan mengganggu proses perkembangan embrio didalamnya dan memicu banyaknya kegagalan penetasan telur pada fase kedua (fase perkembangan embrio).

5.Pelajari Dalam Menyelesaikan Masalah

Satu alasan yang membuat seseorang menyerah dalam berproses adalah datangnya permasalahan. Ya! Memang masalah itu tidak enak, kita juga tidak tau kapan datangnya sebuah masalah.Tetapi yang perlu kita ketahui bahwa masalah tidak akan muncul bila kita tidak melakukan sesuatu yang salah ibarat ada “asap”pasti ada “api”.
Setiap masalah yang kita alami pasti ada asalnya, dan asal dari permasalahan tersebut bisa juga dari kesalahan
yang kita lakukan baik disengaja atau tidak disengaja Di setiap Masalah pasti ada solusi nya...

Demikain 5 tips sukses dalam menetaskan telur menggunakan mesin tetas semoga bisa bermanfaat.


Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Artikel

Banner Promosi

banner

Artikel Terbaru

Cara Budidaya Ayam Pedaging dan Petelur Lengkap untuk Pemula

Budidaya ayam merupakan salah satu usaha yang banyak diminati, baik untuk produksi daging (ayam pedaging/broiler) maupun telur (ayam petelur). Dengan permintaan pasar yang stabil, ayam beternak bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan jika dikelola dengan baik. Dalam artikel ini kami akan membahas panduan lengkap budidaya ayam pedaging dan petelur, mulai dari persiapan kandang, pakan, hingga manajemen perawatan. 1. Persiapan Kandang yang Ideal Kandang adalah faktor penting dalam budidaya ayam, baik pedaging maupun petelur. Kandang yang ideal harus memenuhi syarat kebersihan, kenyamanan, dan keamanan. a. Lokasi Kandang Pilih lokasi kandang yang jauh dari pemukiman untuk menghindari gangguan bau dan gangguan. Pastikan lokasi kandang memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara lancar dan ayam tetap sehat. Lokasi yang strategis juga memudahkan distribusi pakan dan pengelolaan kotoran. b. Ukuran dan Desain Kandang Kandang harus disesuaikan dengan jumlah ayam. Untuk ayam pedaging...